Selasa, 21 Maret 2017
Senin, 13 Maret 2017
Senin, 27 Februari 2017
Kamis, 10 Maret 2016
Mewujudkan Kota Bengkulu Menjadi Kota Adipura
Pada
hakikatnya manusia merupakan khalifah Allah di muka bumi ini yang bertugas
untuk menjaga serta merawat harta berharga yang menjadi titipan yang Maha Kuasa
kepada kita. Salah satu cara untuk
menjaga serta merawatnya yaitu dengan menjaga kebersihan diri serta lingkungan.
Kebersihan merupakan sebagian dari iman merupakan prase yang seringkali muncul
ketika kita membaca atau mendengar pidato atau hal lainnya mengenai kebersihan.
Selain itu menjaga kebersihan juga merupakan salah satu bagian dari hidup sehat.
Apakah anda setuju bahwa hal yang utama dalam hidup sehat yaitu menjaga
kebersihan? Ya saya rasa semua sependapat mengenai hal ini. Menjaga kebersihan
dimulai dari hal kecil yaitu kebersihan diri kita sendiri. Ketika kita mampu
menjaga kebersihan diri sendiri maka kita akan mampu menjaga kebersihan
lingkungan sekitar kita pula. Dengan menjaga kebersihan lingkungan akan membawa
dampak yang sangat besar untuk masyarakat sekitar dan dapat membantu
mengharumkan nama kota tempat tinggal kita. Di Indonesia sendiri terdapat
berbagai macam penghargaan tertinggi dibidang lingkungan hidup, salah satunya
yaitu Adipura.
Adipura
merupakan penghargaan untuk kota di Indonesia yang berhasil dalam menjaga
kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Penghargaan adipura dibagi dalam 4
kategori, yaitu:
1. Kota
metropolitan, yaitu kota dengan penduduk lebih dari 1 juta jiwa,
2. Kota
besar, yaitu kota dengan penduduk antara 500.001-1.000.000 jiwa,
3. Kota
sedang, yaitu kota dengan penduduk antara 100.001-500.000 jiwa,
4. Kota
kecil, yaitu kota dengan penduduk kurang dari 100.000 jiwa.
Kota
Bengkulu adalah salah satu kota sekaligus ibu kota provinsi Bengkulu dengan
luas wilayah 144, 52 km2 yang dihuni 308.544 jiwa. Jika dilihat dari
kategori yang telah dijelaskan di atas maka kota Bengkulu termasuk dalam
kategori kota sedang. Seperti yang kita ketahui pada tahun 2015 tidak ada satu
kabupaten ataupun kota di provinsi Bengkulu yang meraih penghargaan adipura di
semua kategori. Hal ini jelas mengecewakan apa lagi bila kita bandingkan dengan
provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan yang meraih penghargaan ini di dalam
tiga kategori yang diwakili oleh kota Pelambang di kategori kota metropolitan,
Kabupaten Lahat di kategori kota sedang serta kota Prabumulih di kategori kota
kecil. Hal ini tentunya menjadi PR yang sangat penting untuk pemerintah kota
Bengkulu agar dapat bersaing dengan kota-kota lainnya serta dapat meraih penghargaan tersebut. Namun untuk
meraih penghargaan tersebut kota Bengkulu memerlukan beberapa hal yang harus
dilakukan.
Hal
yang utama yang perlu diperhatikan serta dilakukan yaitu peningkatan kesadaran
masyarakat untuk menjaga kebersihan kota dengan cara melakukan penyuluhan
kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, membiasakan
masyarakat sedari dini untuk membuang sampah pada tempatnya serta melakukan
kegiatan-kegiatan kebersihan yang rutin dilaksanakan seperti menerapkan
peraturan jumat atau minggu bersih disetiap kecamatan.
Tidak
hanya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat kota terhadap kebersihan
lingkungan saja tetapi juga perlu didukung oleh perhatian pihak-pihak terkait
yang dalam hal ini yaitu Dinas Pertamaman dan Kebersihan Kota Bengkulu.
Perhatian tersebut diwujudkan dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat
mendukung masyarakat untuk dapat memjaga kebersihan kota seperti penyediaan
tempat sampah yang memadai di ruang publik sehingga masyarakat dapat membuang
sampah pada tempatnya. Selain itu dapat pula dengan meningkatkan kinerja
petugas kebersihan diselingkungan kota.
Selain
dengan hal yang telah disebutkan diatas ada baiknya juga didukung dengan
pengelolaan pembuangan sampah yang baik. Seperti yang kita ketahui pada saat
ini, pengelolaan sampah serta tempat pembuangan sampah yang ada di Kota
Bengkulu belum dikelola dengan baik. Masih banyak tempat pembuangan sampah yang
tidak pada tempatnya contohnya saja penumpukan sampah yang ada di sekitas jalan
menuju Pantai dari Universitas Bengkulu, banyak sekali tumpukan sampah yang
mengganggu serta menimbulkan bau tidak sedap. Ada juga tumpukan sampah kulit
buah kelapa di sekitar Pantai Zakat padahal jelas-jelas sudah terpasang
rambu-rambu larangan membuang sampah di sana hal ini jelas sangat mengganggu
karena menguranggi kebersihan serta keindahan pantai yang notabenenya merupakan
tempat wisata yang dapat menarik wisatawan dan membantu meningkatkan pendapatan
daerah.
Ada
baiknya jika dinas terkait membuat aturan yang tegas mengenai hal ini. Jika
aturan yang ada telah diberlakukan jelas dan tegas akan lebih baik lagi jika
dinas juga menyediakan tempat yang sepantasnya untuk pembuangan akhir
sampah-sampah yang ada dengan begitu masyarakat dapat membuang sampah di tempat
yang telah disediakan dan hal ini jelas tidak mengganggu kebersihan serta
keindahan tempat yang ada. Bahkan bila perlu kita dapat mencontoh negara
tetangga kita seperti Singapura yang mampu menjadi negara yang bersih dengan
menerapkan serta memberlakukan peraturan mengenai pembuangan sampah dengan
memberlakukan denda.
Selain
dengan pengelolaan sampah yang baik hal ini juga dapat didukung dengan tata
kota yang baik. Penertiban pedagang kaki lima yang berjualan tidak pada
tempatnya serta pedagang yang berjualan di sepanjang garis pantai yang ada di
kota Bengkulu. Penertiban disini tidak harus dengan menggusur pedagang yang ada
namun lebih kepada pengelolaan yang baik dan teratur sehingga lebih rapi dan
menarik.
Dengan
pengelolaan yang baik maka Kota Bengkulu menjadi kota yang bersih dan teratur, sehingga
dapat bersaing dengan kota atau kabupaten lainnya di Indonesia dalam ajang
peraihan penghargaan Adipura dan bahkan dapat menjadi salah satu pemenang
penghargaan bergengsi dibidang lingkungan hidup tersebut.
Meningkatkan
serta menjaga kebersihan Kota Bengkulu tidak hanya berfokus untuk meraih
penghargaan Adipura saja, tetapi banyak keuntungan diberbagai bidang lainnya
yaitu, di bidang kesehatan, kebersihan lingkungan dapat membantu menjaga
kesehatan masyarakat Kota Bengkulu, karena lingkungan yang bersih akan
menghambat tumbuhan bakteri serta virus yang dapat menyebabkan penyakit yang
mengganggu kesehatan masyarakat. Selain itu, Kebersihan juga berpengaruh di
bidang pariwisata karena akan berdampak pada objek wisata yang ada di Kota
Bengkulu, misalnya saja Pantai Panjang dan Benteng Malborough. Tidak seperti
keadaan yang terjadi saat ini, di mana kebersihan objek wisata tersebut belum
terjaga dengan baik sehingga menurunkan minat wisatawan untuk datang ke objek
tersebut. Jika kebersihannya terjaga maka objek wisata ini akan menjadi objek
wisata yang bersih serta indah membuat wisatawan nyaman dengan suasana yang
ada. Hal ini jelas membawa keuntungan di bidang pariwisata kota Bengkulu untuk
menarik wisatawan yang datang ke Kota Bengkulu. Dengan meningkatnya jumlah
wisatawan yang datang jelas berdampak positif pula untuk perekonomian
masyarakat serta kenaikan pendapatan daerah kota Bengkulu.
Seperti
yang telah dijabarkan di atas tidak ada ruginya jika kita menjaga kebersihan
lingkungan sekitar karena akan membawa banyak dampak positif bagi diri kita
sendiri bahkan lingkungan sekitar. Untuk mewujudkan itu semua jelas bukanlah
hal yang mudah, namun hal itu tidak sulit diwujudkan bila masyarakat, pihak
terkait yang dalam hal ini yaitu Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bengkulu
saling bekerjasama dan mendukung demi terwujudnya apa yang kita harapkan bersama.
Karena pada dasarnya menjaga kebersihan lingkungan merupakan tugas kita sebagai
masyarakat tidak hanya terfokus pada dinas terkait saja. Oleh karena itu mari
menjaga kebersihan lingkungan kita demi mewujudkan Kota Bengkulu menjadi Kota
Adipura.
Selasa, 22 Desember 2015
Impression formation theory
Impression formation theory atau dalam bahasa Indonesia teori pembentukan kesan.
An impression is our image of another person, consisting of the beliefs that we have of that person’s characteristics. These characteristics include descriptors for the person’s personality (warm,curious), roles (mother, lawyer), physical attributes (red-headed, tall), and normal behaviors (smiles a lot, talks loudly).
Impression merupakan awal sebelum terjadinya impression formation.
Pada dasarnya impression formation adalah proses psikologis dimana tayangan atau apa yang kita terima dikembangkan. Meskipun bersifat psikologis sarjana komunikasi tertarik dengan hal ini karena impression formation terjadi melalui proses komunikasi.
Study Impression Formation terinspirasi oleh karya the German Gestalt psychology movement pada tahun 1920-1930.
Impression formation terdiri dari beberapat tahap, yaitu:
A. Behavioral Observation Tahap pertama dalam impression formation adalah pengamatan perilaku. Pada tahap ini kita mengamati perilaku seseorang dan factor penyebab perilaku tersebut.
B. Causal Attribution Pada tahap ini semakin khas perilaku tertentu dari situasi di mana kita melihatnya namun hal itu merupakan sesuatu yang tidak biasa. Pada kausal atribusi ini, kita mencari tahu apa yang ada dibalik perilaku seseorang tersebut. Pada tahap ini lah kita membuat kesimpulan tentang apa yang kita amati.
C. Target Evaluation Tahap akhir dari proses impression formation yaitu evaluasi target. Secara umum, keseluruhan hasil evaluasi target adalah atribut yang spesifik dari kesan yang ada.
A. Behavioral Observation Tahap pertama dalam impression formation adalah pengamatan perilaku. Pada tahap ini kita mengamati perilaku seseorang dan factor penyebab perilaku tersebut.
B. Causal Attribution Pada tahap ini semakin khas perilaku tertentu dari situasi di mana kita melihatnya namun hal itu merupakan sesuatu yang tidak biasa. Pada kausal atribusi ini, kita mencari tahu apa yang ada dibalik perilaku seseorang tersebut. Pada tahap ini lah kita membuat kesimpulan tentang apa yang kita amati.
C. Target Evaluation Tahap akhir dari proses impression formation yaitu evaluasi target. Secara umum, keseluruhan hasil evaluasi target adalah atribut yang spesifik dari kesan yang ada.
Contoh dari impression formation ini yaitu ada seorang mahasiswa A yang baru mengenal mahasiswa B maka mahasiswa A akan menilai awal mahasiswa B itu dari apa yang ditangkap oleh pancainderanya, dan mengamati perilaku serta factor yang mempengaruhinya. Si A mengamati bahwa si B selalu berpenampilan sempurna, melaksanakan perkuliahan dengan sungguh-sungguh karena ingin mendapatkan hasil yang sempurna dalam perkuliahan dan apa yang menjadi keinginannya harus terpenuhi. Maka si A menilai dan berkesimpulan bahwa mahasiswa B itu seseorang yang perfectsionis dan ambisius.
Dalam pencapaiannya seseorang itu akan mementukan target sesuai dengan kepribadiannya itu. Si B telah menentukan target mendapatkan IPK sempurna maka pada akhir prosesnya si B akan mengevaluasi apakah yang dilakukannya telah sesuai dengan keinginan dan apakah targetnya itu tercapai.
SUMBER Communication Encyclopedia of communication Theory
SUMBER Communication Encyclopedia of communication Theory
Kamis, 18 Desember 2014
Awal Kuliah
Pengalaman pertama awal masuk kuliah.
Saya mahasiswa ilmu
komunikasi Universitas Bengkulu 2014,awal pertama masuk kuliah saya harus mengikuti serangkaian
kegiatam Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK) mulai dari PKK Universitas Hingga
PKK Fakultas.
PKK Universitas dimulai
bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2014
sehingga seluruh Mahasiswa Baru 2014 mengikuti upacara peringgatan dan
dilanjutkan dengan pengisisan materi mengenai hal-hal Penting yang menyangkut
dengan kegiatan belajar-mengajar di Universitas selama 2 hari berturut-turut.
Setelah melaksanakan
PKK Universitas dilanjutkan dengan PKK Fakultas selam 2 hari dan 1 hai
solidarity day yang merupakan rangkaian kegiatan yang rutin dilaksanakan FISIP.
Selama mengikuti kegiatan tersebut kami Mahasiswa Baru FISIP 2014 diwajibkan
membawa beberapa barang yang berbeda setiap harinya dan kami hanya diberi clue
untuk nama-nama barang-barang itu seperti “buah malam minggu” yang berarti buah
apel, “ratu perak” yang berarti cokelat silver queen dan masih banyak lagi.
Saat itu saya belum mengenal teman-teman laen yang cukup akrab dan hanya ada 1
teman dari jurusan lain yang menjadi teman pertama di Bengkulu. Untuk saya yang
merupakan mahasiswa pendatang, tidak memiliki sanak saudara serta buta akan pusat
perbelanjaan di Bengkulu hal ini menjadi beban untuk mendapatkan barang-barang
tersebut yang beberapa sulit didapat. Namun berkat bantuan 1 orang teman baru
saya yang baik itu saya dan dia bersam-sama mencari barang-barang itu hingga
pukul 22.00 WIB.
Perjuangan
untuk mengikuti kegiatan itu belum cukup sampai disini. Setiap harinya kami
diwajibkan dating pukul 05.00 WIB. Dengan banyaknya barang bawaan yang harus
dipersiapkan itu pula saya harus bangun subuh sehingga waktu tidurpun sangat
minim. Kegiatan PKK itu berlangsung hingga sore hari. Sore hari hingga malampun
tidak ada waktu istirahat tetapi tetap mempersiapkan barang-barang untuk
keesokan harinya. Begitu selanjutnya hingga 3 hari berturut-turut, namun semua
terbayar pada hari terakhir saat solidarity day yang benar-benar mengasikan dan
suasana kekeluargaannya sangat terasa.
Langganan:
Postingan (Atom)









